SMPN 1 BATI-BATI

Jl. Tumenggung Sutun Desa Padang Kec. Bati-Bati

"Bersatu : Bersih, Elok, Ramah, Santun, Amanah, Tertib, Unggul"

Benua Raya Kampung KB Yang ke 10

Senin, 23 Oktober 2017 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 177 Kali

Tala-Kominfo, Program Pemerintah yang fokus pada program Keluarga Berencana (KB) tehadap kawasan atau desa-desa untuk dijadikan kampung KB, kini di Kabupaten Tanah Laut sendiri telah ada sebanyak 10 desa yang telah di tetapkan sebagai kampung KB.
Masing-masing per kecamatan telah di tetapkan 1 desa sebagai kampung KB, dan untuk pencanangan kampung KB yang ke 10, Rabu (18/10) kemarin di tetapkan Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati sebagai kampung KB oleh bupati Tala Bambang Alamsyah.
Bupati Tala menekankan kepada masayarakat desa bahwa program kampung KB juga sangat penting dalam rangka untuk menekan ledakan penduduk, jadi jangan hanya tahu soal KTP semata, ujarnya.
“anak-anak jangan sampai tidak sekolah di desa ini, apalagi sekarang Pemkab Tanah Laut sudah punya Politeknik Negeri, maka manfaatkan perguruan tersebut untuk pendidikan anak-anak,”kata Bupati.
Di kesempatan itu Bupati juga menginformasikan tentang keberadaan rumah sakit yang kini tengah di bangun. Di rumah sakit terbesar di Kalsel itu, saat ini sudah ada lebih dari 30 orang dokter spesialis yang telah di sekolahkan oleh Pemkab dan siap melayani masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.
Bupati juga mengingatkan kepada semua kepala desa di Kecamatan Bati-Bati bahwa Pemerintah Pusat dan daerah telah menganggarkan anggaran cukup besar ke desa, gunakan itu dengan tepat dan sesuai saran apa-apa yang menjadi kebutuhan desa. Desa Benua Raya sendiri saat memiliki aset objek wisata berupa kerbau rawa, manfaatkan objek tersebut untuk perkembangan desa di sektor kepariwisataan dan hal itu merupakan peluang besar untuk kemajuan desa.
Kepala dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPKB3A) Lutffity Uyun usai pencangan kampung KB Desa Benua Raya kemarin menjelaskan, bahwa banyak kriteria-kriteria untuk penentuan kampung KB, akan tetapi yang utama adalah menyangkut capaian KB yang rendah atau biasa disebut Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti apakan penggunaan alat KB inpalan, Medis Operesi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP) nya di temukan di sebuah kawasan penduduk, karena kecenderungan di masyarakat lebih kenal menggunakan jenis KB suntik dan Pil.
“kepadatan penduduk di Desa Benua Raya yang mencapai 1.800 lebih dengan KK 754, dan capaian MKJP yang rendah, dan kebanyakan KB suntik serta KB Pil menjadi tolak ukur, dan maksud dari kampung KB ini melihat pada capaian yang rendah terhadap penggunaan KB lain, sehingga outputnya di harapakan dapat menggunakan KB lain selain suntik dan Pil juga tertarik ikut KB inplan, MOW atau MOP,” terangnya.
Di Desa Benua Raya sendiri tambah Uyun, pasangan usai subur sebanyak 745 orang, dan yang ikut dalam KB aktif sebanyak 542 akseptor.
Di contohkan seperti halnya kampung KB di desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, pasca di tetapkan nya kampung KB di desa tersebut ada 8 orang warga yang ikut dalam program MOP, dan untuk melakukan MOP tersebut akan dilakukan pada saat penetapan kampung KB yang ke 11 di Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar, sementara proses MOP nya menggunakan pelayanan operasi mobile milik provinsi Kalsel, kata Uyun pula
Sementara itu salah seorang akseptor KB Implan Hj. Karlina warga Desa Benua Raya mengungkapkan kalau dirinya sudah 9 tahun ikut KB inpan ini, dan tidak ada ikut KB lain seperti suntik atau Pil.

Infotanahlaut Sekilas Info Berita Seputar Tanah Laut

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT